Info Inspiratif Seputar Jabar

Mubazirnya Lahan Demi Kawasan Orang Elit

0

BANDUNG-Memang benar ada uang, ada kualitas hal biasa bagi orang-orang elit membeli rumah dikawasan yang mewah dengan fasilitas yang tidak diragukan lagi.  Perusahaan yang mengiklankan prodaknya yang akan dijualnya seperti dibidang real estate, dalam iklannya pasti memberikan jaminan yang aman, fasilitas yang mewah dengan lingkungan yang bersih dan nyama. Wajar orang-orang elit tertarik untuk membelinya, tanpa memikirkan uang yang harus di goceknya. Salah satu kawasan elit ternama di kota Bandung yang terkenal yaitu Dago Resort dengan tamannya bernama Dago Pakar Waterfall.

Masing asing di telinga warga Bandung mengenai taman ini, kebanyakan orang Bandung hanya mengetahui taman-taman dipusat kota seperti di alun-alun kota Bandung, Gedung Sate, Balaikota dan yang lainnya. Ternyata, eh ternyata  taman ini memang pada tujuannya hanya diperuntukan untuk orang-orang elit dikawasan tersebut, dan memang perlu izin dari pengelola jika memang ingin menggunakan taman ini.

“Mending neng, minta izin aja dulu kebagian kantornya, biar enak ke nengnya sama yang pusatnya.” Jawaban Emang seorang petugas kebersihan yang rekan-rekannya sering memanggilnya dengan sebutan itu yang sedang membersihkan rumput di taman tersebut. Saat ditanya mengenai pemilik taman ini milik perusahaan, Emang menjawab dengan anggukkan kepala.

Saat awal-awal dibukanya taman ini, warga lokal atau masyarakat pemukiman menamai taman ini dengan taman Pelangi banyak warga berdatangan untuk liburan bersama keluarga, teman atau sekelompok ibu-ibu yang selepas berolahraga, atau melepas penat seminggu kurang bekerja, dan dimanfaatkan juga bagi para pedagang kaki lima untuk berdagang mencari nafkah disana.

Tak dipungkiri taman pelangi yang berada di Jl. Raya Resort Mekarsaluyu, Kec. Cimeunyan, Kab. Bandung, Jawa Barat ini banyak menarik minat orang-orang pada masanya namun orang-orang diluar kawasan bandung mengetahui nama tempat ini yaitu Taman Dago Pakar Waterfall karena keluarnya ai mancur dari danau buatan dan keluarnya air dari dinding batu-batuan tersebut dan dimalam hari akan munculnya cahaya pelangi dari lampu-lampu yang bewarna-warni. Selain itu hamparan rumput yang luas yang nyaman untuk diduduki ditambah dengan udara yang segar dan pemandangan indah untuk memanjakan mata.

Dari tahun ke tahun taman ini semakin sepi sampai pada hari ini, sekarang taman ini hanya sebagai hiasan sebagai masuk gerbang pada kawasan elit tersebut. Ternyata kebijakan pengelola taman ini melarang orang-orang untuk melakukan kegiatan apapun, hanya diizinkan sekedar berfoto-foto atau tempat peristirahatan sebentar bagi orang yang sedang berohlaga seperti jogging atau bersepedah.

 Dan saat akan mengunjungi kantor tersebut mengenai perihal perizinan, sempat bertanya pada seorang satpam bernama Ade “Iya betul neng memang taman pelangi sekarang ngga bisa dipakai untuk kumpul-kumpul atau mengadakan acara disana, tapi kalau buat foto-foto doang mah silahkan saja neng dan sekedar duduk sebentar mah.”

Saat mendengar penuturan satpam tersebut, mengurungkan niat untuk bertanya pada pihak kantor bagaimana kedepannya dalam berkembangnya taman ini. Namun saat membaca beberapa artikel mengenai taman ini, akan menjadi ikon bagi perumahan elit resort. Dampak dari terbukanya untuk umum pada saat itu banyak fasilitas yang rusak, dan pembuangan sampah pengunjung yang berserakan hingga akhirnya ditutup.

Dibalik indahnya taman tersebut dan perumahan yang mewah sempat banyak penolakan dari warga sekitar, karena banyaknya mata air yang hilang, sempitnya lahan terbuka untuk umum, berkurangnya lahan hijau di kota Bandung dan tidak adanya serapan jikalau hujan turun dan habitat hewan yang terusir seperti kawanan monyet dan juga sumber makanannya. Sedangkan rumah yang ditempati dengan fasilitas yang diberikan tidak terpakai Mubadzir.

Dari warga yang protes hingga ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jawa Barat, iya berharap agar pemerintah tidak memberikan izin untuk memperluas kembali perumah Dago Resort. Namun pada kenyataanya perluasan tersebut masih dilakukan dengan banyaknya pembangunan rumah-rumah baru dikawasan tersebut. (Halimah Nur Hasanah, SPI 6 B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin