Info Inspiratif Seputar Jabar

Seumur Hidup Mengabdikan Diri pada Perkebunan: Kisah Bapak Indah Harjono

0

Kertasari-Saat matahari terbit di Kebun Teh Kertasarie, kabut tipis mulai menghilang, dan kebun yang subur pun mulai terlihat. Di antara deretan tanaman teh yang indah, saya bertemu dengan beberapa pekerja kebun yang ceria dan bersemangat. Mereka adalah pilar utama di balik keberhasilan Kebun Teh Kertasarie dalam menghasilkan teh berkualitas tinggi yang sangat dicintai oleh pecinta teh di seluruh dunia.

 Salah satu pekerja yang saya temui adalah bapak Indah Harjono seorang pria berusia 55 tahun dengan senyum hangat di wajahnya. Ia telah bekerja di Kebun Teh Kertasarie selama lebih dari 20 tahun. “Ini adalah kehidupan yang saya cintai,” kata bapak Indah sambil memandang tanaman teh dengan penuh kasih sayang. “Tiap hari saya bangun pagi-pagi, melihat matahari terbit, dan tahu bahwa saya akan berkontribusi pada pembuatan teh yang luar biasa.” Perkebunan teh Kertasari merupakan salah satu perkebunan teh yang masih aktif berproduksi. Di Desa Tarumajaya, yang dekat dengan Situ Cisanti, dikenal juga hulu Sungai Citarum, hingga saat ini masih menjadi kebun teh.

Transisi PT Lonsum Kertasari, perkebunan teh ternama, menjadi anak perusahaan Indofood Group telah membawa implikasi yang signifikan bagi para pemetik teh yang bekerja keras. Dalam perubahan ini, kita akan menggali pengalaman Bapak Indah Harjono (55), yang telah bekerja selama 35 tahun di perkebunan Lonsum. Beliau dengan jelas menggambarkan perubahan yang telah membentuk tugas-tugas hariannya dan dampak dari pembatasan pemetikan teh terhadap mata pencahariannya. Mari kita jelajahi perspektifnya dalam pergeseran yang penting ini.

Saat Bapak Indah Harjono mengingat masa kerjanya selama 35 tahun di PT Lonsum Kertasari, komitmen dan semangatnya terhadap perkebunan ini menjadi jelas. Dari memetik daun teh hingga merawat tanaman, tanggung jawabnya meliputi setiap aspek pekerjaan di perkebunan. Tingkat dedikasi ini mencerminkan hubungan yang kuat antara para pemetik teh dengan pekerjaan mereka dan pentingnya peran mereka dalam industri teh.

Pemetikan terbatas: Batasan yang Dikenakan pada Para Pemetik Teh

Dengan integrasi PT Lonsum Kertasari ke dalam Indofood Group, para pemetik teh seperti Bapak Indah Harjono menghadapi perubahan yang signifikan dalam rutinitas harian mereka. Pembatasan pemotongan maksimum sebesar 80 kilogram per hari telah mengubah dinamika pekerjaan mereka. Sebelumnya, para pemetik teh memiliki kebebasan untuk memetik beberapa kali sehari tanpa target yang ditetapkan. Namun, sistem baru ini sekarang mengharuskan mereka mencapai target 80 kilogram sebelum tengah hari, menambahkan rasa mendesak dan membatasi waktu pemotikanmmerek. a.

Pembatasan kuota pemotongan secara langsung berdampak pada pendapatan para pemetik teh. Bapak Indah Harjono menjelaskan bahwa sebelumnya, dia bisa mendapatkan sekitar 80.000 rupiah per hari dengan memetik 80 kilogram daun teh. Namun, sistem baru berbasis target telah membatasi potensi pendapatannya. Fokus telah berubah dari memaksimalkan jumlah pemotikan menjadi mencapai batas yang ditetapkan, yang berpotensi memengaruhi pendapatan dan kesejahteraan finansial para pemetik teh.

Selain dampak finansial, transisi ini juga memberikan beban emosional pada para pemetik teh seperti BapBapak Indah Harjono. Pergeseran dari pendekatan pemotikan yang lebih santai menjadi sistem yang berorientasi pada target dapat menimbulkan tekanan dan rasa kehilangan kebebasan yang mereka nikmati sebelumnya. Penyesuaian terhadap rezim baru ini membutuhkan perubahan pola pikir dan adaptasi dalam kebiasaan kerja para pemetik teh.

Sementara integrasi PT Lonsum Kertasari ke dalam Indofood Group membawa tantangan baru bagi para pemetik teh, penting bagi perusahaan untuk memprioritaskan keadilan dan kesejahteraan mereka. Menyeimbangkan kebutuhan operasional bisnis dengan kebutuhan dan mata pencaharian para pemetik teh adalah hal yang sangat penting. Memastikan bahwa para pemetik teh menerima kompensasi yang adil, dukungan sosial yang memadai, dan kesempatan pengembangan keterampilan dalam sistem baru adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif.

Integrasi PT Lonsum Kertasari ke dalam Indofood Group merupakan titik balik yang signifikan bagi para pemetik teh seperti Bapak Indah Harjono. Saat mereka beradaptasi dengan kuota pemotongan yang terbatas, rutinitas harian dan potensi pendapatan mereka mengalami perubahan yang substansial.

Terlepas dari tantangan yang dihadapi, adalah penting bagi Indofood Group untuk memastikan bahwa para pemetik teh tetap merasa dihargai dan didukung dalam perubahan ini. Dengan adanya pendekatan yang seimbang dan komitmen untuk menjaga kesejahteraan para pemetik teh, kita dapat membangun lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan bagi mereka yang berkontribusi secara langsung pada industri teh.

Dengan berbagai perubahan yang terjadi, para pemetik teh, termasuk Bapak Indah Harjono, terus berusaha menyesuaikan diri dan menjaga semangat mereka dalam menghadapi masa depan yang tidak pasti. Keberlanjutan industri teh dan kesejahteraan para pemetik teh harus menjadi perhatian utama dalam perjalanan ini.

(Eneng Vini Faujiah SPI 6 B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin