Info Inspiratif Seputar Jabar

De Majestic : Gedung indah yang sempat merenggut Jiwa

0

BANDUNG-Di pusat kota Bandung yang ramai dengan lalu lalang manusia dan kendaraan berdiri megah sebuah bangunan bergaya Art Deco yang memukau mata dan mengisahkan kejayaan masa lalu Kolonial yang bernama Gedung De Majestic. Gedung yang memukau dengan arsitektur yang memancarkan pesona kolonial Belanda, menghadirkan pesona kemegahan yang tak terlupakan. Sebagai salah satu ikon arsitektur bersejarah di Bandung, gedung ini telah menjadi saksi bisu kenangan  manis dan pahitnya perjalanan sejarah yang terjadi.

Jika remaja bandung sekarang mengenal Gedung indah de Majestic sebagai bioskop pertama yang berdiri di kota dan tempat mengambil gambar yang estetik untuk social media mereka, namun hal tesebut tidak berlaku untuk remaja yang tumbuh di Bandung pada era 2008, pasalnya gedung De majestic atau pada saat itu disebut lebih dikenal dengan gedung Asia Africa Cultural Center (AACC) Justru membangkitkan kembali kenangan kelam Konser Band  Metal Beside yang ricuh dan merenggut 11 orang korban meninggal pada tanggal 9 Februari 2008.

Kejadian kelam tesebut diawali dengan dimulainya konser Beside dengan album Against Ourselves  di gedung De Majestic atau AACC dan gedung pun mulai dipenuhi dengan anak-anak muda yang ingin menyaksikan langsung band cadas tersebut. Lantaran antusias penonton yang begitu besar, gedung tersebut tidak bisa menampung lebih banyak lagi pengunjung.

Gedung De Majestic atau AACC pada saat itu bisa menampung kurang lebih 500 orang pengunjung, namun karena antusias yang besar dan banyak penonton ingin memaksa masuk untuk melihat pertunjukan tersebut, diperkirakan yang memasuki gedung tersebut mencapai kurang lebih 1000 orang.

Malapetaka terjadi ketika konser sudah usai, orang-orang yang ingin keluar dari gedung mulai berdesak-desakan ke pintu keluar. Gedung De Majestic atau AACC yang tak mampu menampung begitu banyaknya penonton dan penonton yang berdesak-desakan mengakibatkan sirkulasi udara di dalam gedung menjadi sangat kurang dan kepanikan yang terjadi di pintu keluar membuat banyak di antara penonton yang terinjak hingga terhimpit.

“Konser di AACC masih saya ingat dikepala saya, sesak nafas dan sumpek asap rokok dan orang-orang yang berdesakan mencoba buat keluar, yaa gabakalan dilupain lah” ujar Idhar Rushadi salah satu teman yang ikut dalam konser tersebut.

Menurutnya kegaduhan ini bermula ketika ada desakan dari barisan belakang dan ia juga melihat langsung betapa rusuhnya acara tersebut. Kejadian konser yang mengakibatkan Kepanikan massal tersebut merenggut nyawa 11 penonton dan puluhan orang luka-luka.

 “Semua berjalan normal sampai di tengah pergelaran terjadi kegaduhan di area belakang gedung. Penonton di luar merangsek masuk sedangkan kapasitasnya sendiri sudah terlampau padat. Seketika itu saya mendengarkan teriakan-teriakan, sesekali melihat orang-orang terjatuh pingsan. Situasinya berdesak-desakan. Mungkin sajakorban-korban yang jatuh pingsan itu akibat terhimpit kehabisan oksigen atau terinjak-terinjak akibat histeria massa yang luar biasa. Terekam dalam ingatan saya, semua peristiwa getir itu merenggut sebelas korban meninggal dunia.” Ujarnya

Akibat kejadian menyedihkan  tersebut, gedung AACC sempat ditutup dan berganti nama menjadi De Majestic pada tahun 2017, Saat ini, De Majestic terus menghadirkan pesona dan menarik minat wisatawan serta warga lokal. Acara seni, pertunjukan musik, dan pameran budaya menjadi bagian penting dari kegiatan yang diadakan di dalam gedung ini. De Majestic menjadi pusat kehidupan sosial dan budaya, mewariskan kekayaan warisan sejarah dan keindahan arsitektur kepada generasi mendatang. Sedangkan skena Musik Bandung setelah kejadian tersebut sempat sepi dan susah untuk mendapatkan izin melakukan konser lagi, namun, secara perlahan skena musik di Bandung mulai pulih dan kembali bergerak maju. Komunitas musik lokal yang kuat dan bersemangat terus mendukung dan mempromosikan para musisi lokal, memberikan panggung bagi mereka untuk tampil dan berbagi karya. (Aa Rizky Mauluddin SPI Kelas B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin