Info Inspiratif Seputar Jabar

Kisah Bisnis Bapak Jani Dalam Mengembangkan Usaha Gula Semut

0

            SUKABUMI-Selasa pagi yang sangat cerah matahari bersinar terik di atas  rumah produk gula semut, Semerbak wangi nira yang sedang dipanaskan sehingga orang-orang banyak yang terpana dengan wanginya. bapak Jani (60) saat ditemui di tempat produksi gula semut di Desa Gegerbitung Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/04/2023). Kisah sukses bapak Jani usaha gula semut, merintis sejak tahun 2020 kini beromzet ratusan juta rupiah.

            Terlihat seorang pengrajin gula  sedang membuat gula semut skala rumahan, yaitu  bapak Jani (60) dan istrinya sedang mengolah gula yang sudah jadi dibuat menjadi gula semut. dan kini sudah mulai bermunculan di pelosok Indonesia. Beberapa sentra industri gula semut yang cukup terkenal antara lain dari Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya pasar lokal saja yang mereka sasar, namun beberapa diantaranya mulai merambah pasar ekspor ke mancanegara.

           Bapak Jani dan istrinya sangat beruntung sekali karena Popularitas gula semut saat ini telah mendunia sehingga nasib keluarganya menjadi lebih baik. Di pasar bebas, gula semut disebut juga sebagai brown sugar, palm sugar, palm zuiker, atau powdered coconut sugar. “Tapi saya hanya mengambil air nira sebagai bahan utamanya, dan tidak mencampurkan bahan yang lainnya karena saya sangat menjaga keaslian dari gula aren yang saya produksi”.

            Banyak teman-teman yang bermain ke Sukabumi untuk membeli gula semut dari Pasirdulang buatan bapak Jani karena pembuatan bahannya asli tidak dicampur dengan tepung dan lainnya. “Banyak sekali permintaan konsumen sehingga saya dan istri saya kewalahan dalam membuatnya” Saat ini permintaan terhadap gula semut terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, padahal di Indonesia sendiri produk gula semut hampir seluruhnya dihasilkan oleh industri rumah tangga dan pelaku usaha kecil menengah (UKM)

           Dinamakan gula semut karena bentuk dari gula ini sangat mirip dengan rumah semut yang bersarang di tanah. Umumnya bahan dasar yang digunakan untuk membuat gula semut adalah nira yang berasal dari pohon kelapa, siwalan ataupun pohon aren. Gula semut yang berkualitas bagus biasanya berwarna kuning cerah, memiliki aroma khas kelapa yang kuat dan ukuran kristalnya juga seragam serta bersifat kering.

           Bapak Jani dan istrinya bekerja membuat gula semut hampir setiap hari dari pagi jam 07-04  sampai sore dari mulai penyadapan hingga Proses pembuatan gula semut pada dasarnya tidak berbeda dengan cara produksi gula cetak, yakni melalui proses pengambilan air nira yang dilakukan oleh penderes kelapa (sebutan petani nira). Untuk bisa menghasilkan gula semut setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 4 jam hingga air nira benar-benar siap untuk dibuat gula semut

              Tingginya permintaan produk gula semut ternyata belum bisa dibarengi dengan besarnya kapasitas produksi Bapak Jani. Sampai saat ini para pelaku bisnis gula semut masih menggunakan cara tradisional dalam proses produksinya. Mulai dari mengambil air nira dari pohonnya langsung yang tingginya kira-kira mencapai 30 meter, dan bukan hanya satu pohon yang dipanjat melainkan sekitar 25 pohon pada pagi hari dan kembali menyadap air nira pada sore hari. Proses produksinya pun memakan waktu yang cukup lama karena harus dimasak dan dikeringkan secara manual.

            Selanjutnya Bapak Jani mempunyai inovasi baru untuk  memperkenalkan produk gula semut di pasar lokal, untu membuat gula semut dengan beberapa varian rasa. Contohnya gula semut rasa jahe, kunyit, temulawak, ginseng, dan lain sebagainya sehingga konsumen mulai tertarik dengan produk tersebut. Dan untuk mengedukasi pasar, Anda bisa menitipkannya di toko oleh-oleh, swalayan, toko produk herbal, atau bisa juga memanfaatkan media online untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (Anisa Ulfah Nurazizah_SPI_6A.)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin