Info Inspiratif Seputar Jabar

Koin Receh Pak Abdul, Penjual Jus UIN Bandung

0

BANDUNG-Kesukaanya terhadap sejarah, membuat Pak Abdul (58) tanpa sadar mengoleksi koin-koin receh yang ia temukan. Sebagai seorang numismatis, Pak Abdul mengumpulkan koin demi koin sehingga terkumpullah uang kuno itu. Pengakuannya kegemarannya itu bermula dari hoby di masa mudanya sampai menonton YouTube sehingga hobinya kian berkembang dan bisa menghasilkan receh yang tak ternilai. Kini koleksi-koleksi recehnya banyak dicari juga oleh para kolektor.

“Alhamdulillah, dari hobi mengumpulkan uang lama bisa mendapatkan uang baru” ujarnya saat diwawancara di kedai jus miliknya yang berlokasi di kantin kampus UIN Bandung, sabtu 3 juni kemarin. Bahkan beberapa koleksi itu ditawar hingga puluhan juta rupiah. Sayangnya Pak Abdul belum berniat menjual koin-koin tersebut. Ia masih asik merawat dan menggosok sebagian koin-koin koleksinya yang dibawa bergantian ke tempat ia berjualan jus selama belum ada pembeli yang datang. Karena pekerjaannya sebagai penjual Jus di kampus menurutnya tidaklah memakan banyak waktu. Ia bisa bekerja dari pagi jam 06:00 sampai jam 17:00 sore.

Kecintaan Pak Abdul terhadap koin-koin receh tanpa sadar menyebabkan dirinya mampu mengumpulkan koin receh yang terbilang langka hingga mencapai 7 kilo gram. Ketika ditanya, kenapa koin-koin receh tersebut bisa terkumpul sebanyak itu?. Dengan singkat ia menjawab bahwa tidak sengaja mengumpulkan koin-koin itu sampai ia sadar bahwa koin receh yang ia punya memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Hobinya yang membawa keberuntungan di masa tua, bukanlah kebetulan belaka. Semasa muda ia gemar menjadi pelancong dan mencari pengalaman di kota orang. “Saya berasal dari Bekasi terus ketemu jodoh disini, sampai sekarang. Dan sudah berjualan di kantin kampus UIN Bandung sejak tahun 1999” ucapnya sambil tersenyum. Keramahannya saat berinteraksi dengan banyak orang menambah relasi Pak Abdul serta menjadi perantara yang mempertemukan Pak Abdul dengan koleksi koin-koin receh miliknya.      

“Koleksi saya pernah ditawar empat puluh juta bahkan hampir ratusan juta. Banyak yang datang ke saya dari Gorontalo, Palembang. Tapi gak saya lepas. Tapi kalo harganya pas saya lepas. Lumayan untuk nambah modal” ujarnya. Ia memprediksikan harga koin-koin receh kuno miliknya bisa dijual lebih dari harga yang ditawarkan seblumnya. Sehingga ia belum berniat menjual koin tersebut. Beberapa koleksinya pun pernah muncul di konten-konten YouTube seperti Channel YouTube Kentamani yang membahas seputar numismatis.

Ia menunjukkan koin-koin receh koleksinya dari yang keluaran tahun 2000 an, tahun 90 an, koin keluaran masa Hindia-Belanda sampai koin langka yang berangka titimangsa 1423 H atau koin arab sekitar abad ke 13 serta koin-koin yang masih menggunakan bahasa dan aksara jawa. “Ini koin lima ratus kelapa sawit yang kemarin sempat banyak yang nyari. Katanya mengandung emas di dalamnya. Sampai koin keluaran masa Belanda yang gulden itu. Kalau ini koin perak dengan gambar ratu Belanda, Wihelmina. Kalau ini yang menggunakan aksara Jawa perkiraan si masa kerajaan” Ia sangat antusias menjelaskan koleksi-koleksi itu.

“Kalo yang ukuran lebih kecil ini biasanya yang banyak dicari” Ia menyodorkan beberapa koin yang ukurannya lebih kecil dari yang lain. Biasanya koin tersebut berasal dari China dengan lobang kotak di dalamnya. Pak Abdul juga mempunyai koin yang berasal dari Canada, Meksiko, Singapura, Arab, dan Hongkong dengan ukuran yang berbeda-beda. Ia juga bercerita pernah menemukan uang koin hanya bergambarkan Singa saja, “ini koin apa saya belum tau, cuma gambar Singa saja” seru ia menjelaskan.

Saat ini koin-koin yang Pak Abdul miliki rencananya akan dibuat menjadi sebuah album. Dengan cara digosok satu persatu. “Kadang sedapatnya aja menggosok koin-koin ini, dirumah juga masih ada banyak. Saya bawak sebagian saja setiap harinya” ia menilai koin-koin yang dimiliki bukan hanya sekedar koin kuno yang langka tapi memiliki nilai sejarah yang tak ternilai harganya.

“Tapi saya tidak hanya suka mengoleksi koin ini. Dirumah saya juga ada timbangan kuno dan setrikaan arang juga ada” ucapnya. Tidak hanya seorang kolektor koin receh, ia juga mengoleksi beberapa barang kuno seperti setrika baju kuno yang menggunakan arang sebagai pemanas setrika dan neraca atau timbangan kuno dengan bahan kayu.

Pak Abdul yang sekarang tinggal di Jl.Cigagak Wetan Kompleks Palasari Bandung, akan menjual koin-koin receh itu jika telah sepakat dengan harga yang ditawarkan. Meskipun sampai detik ini belum ada harga yang cocok untuk membeli koin-koin itu. “Saya udah tua, lumayan la ini buat nambah modal dan investasi masa tua. Tapi kalau belum laku kan bisa di kasik ke anak cucu saya. Bisa-bisa harganya lebih tinggi dari penawaran sekarang”. Ia pun masi optimis koin-koin kuno koleksinya bisa dijual dengan harga yang fantastis. *** (Jannatin Aliyah, SPI 6-C)        

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin