Info Inspiratif Seputar Jabar

MAKAM DEWI SARTIKA: DIBALIK NAMA ABADI TELADAN WANOJA SUNDA KIWARI

0

Dewi Sartika, seorang pejuang pendidikan wanita Indonesia yang berdedikasi dan berpengaruh pada zamannya. Untuk menghormati warisan yang ia tinggalkan, kita mengunjungi makam Dewi Sartika. Makam ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi salah satu tokoh inspiratif dalam sejarah perjuangan pendidikan di Indonesia. Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884 di Cilalengka. Ia hidup pada masa ketika pendidikan bagi perempuan masih langka dan terbatas. Namun, hal ini tidak menghentikan semangatnya untuk memperjuangkan hak-hak pendidikan bagi wanita.

Zaman dulu, kaum perempuan sulit bersekolah karena hanya untuk laki-laki. Hidup perempuan hanya berkutat dengan pingitan di usia 12 hingga menunggu dilamar. Akbiatnya, hampir sebagian besar kaum hawa kala itu buta huruf. Rupanya, itu mengusik benak Enden Uwi, panggilan Raden Dewi Sartika semasa kecil.

Tidak jauh dari alun-alun kota Bandung, terdapat komplek pemakanan pahlawan Dewi Sartika tepatnya di Jl. Karang Anyar Kec. Astana Anyar. Dewi Sartika terkenal akan perjuangannya terhadap kaum hawa dengan merintis pendidikan yang bernama Sakola Istri.

“Beliau (Dewi Sartika) mula-mula mendirikan Sakola Isteri, karna mula-mula mah membantu sama keluarga yang menak disana aja, mula-mula begitu tapi lama kelamaan memperoleh kemajuan(mendirikan sekolah istri), jadi beliau sampai Tahun 1966 diberi gelar pahlawan nasional” ujar Pak Dayat. Selaku penjaga makam dan juru kunci makam Bupati Bandung yang selalu bersemangat dalam menceritakan kisah perjuangan Dewi Sartika.

“Tercatat ada 1456 makam di taman pemakaman Bupati Bandung ini, syarat untuk dimakamkan di sini adalah masih keturunan Bupati Bandung tempo dulu, luas taman makam ini sendiri sekitar 9.990 meter persegi” ujar Pak Dayat. Kedua orang tua Dewi Sarika dimakamkan pula di bangunan utama, itu sebabnya Dewi Sartika di taman ini karna beliau masih keturunan Bupati Bandung tempo dulu.

Ketika mengunjungi makam Dewi Sartika, pengunjung akan merasakan ketenangan dan rasa hormat terhadap perjuangan yang telah dilakukan oleh seorang pejuang wanita yang gigih. Makam ini memiliki desain yang sederhana namun terawat dengan baik. Terdapat tanda makam yang menggambarkan nama dan tanggal lahir serta wafat Dewi Sartika.

Selain menjadi tempat ziarah bagi pendidik dan pemerhati sejarah, makam Dewi Sartika juga menerima kunjungan dari pelajar setempat. Sekolah-sekolah sering mengadakan kunjungan edukatif ke makam ini untuk mengenalkan generasi muda pada sejarah pendidikan Indonesia dan menginspirasi mereka untuk meneruskan perjuangan Dewi Sartika.

Salah satu pengunjung, Dianita Putri, berbagi kesan-kesannya, “Saya sangat terinspirasi oleh perjalanan hidup Dewi Sartika. Melihat makam ini membuat saya semakin menghargai hak-hak pendidikan yang kita nikmati saat ini. Dewi Sartika adalah contoh nyata bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai perubahan sosial yang berarti.”

“Beliau mah dijadikan cermin oleh wanoja Sunda kiwari” ujar Pak Dayat. Makam Dewi Sartika bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga sebuah simbol penting dari perjuangan perempuan Indonesia. Melalui kunjungan ke makam ini, kita dapat mengenang warisan yang berharga dan mengambil inspirasi dari dedikasi seorang pahlawan pendidikan yang tak tergoyahkan.(Muhammad Yusuf Rabil, SPI 6B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin