Info Inspiratif Seputar Jabar

Masjid Agung Purwakarta Menjadi Bukti Sejarah Penyebaran Agama Islam di Purwakarta

0

PURWAKARTA-Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, memiliki suguhan komplit untuk mereka yang gemar berwisata. Tak hanya wisata alam dan kuliner, di kabupaten kecil kedua di Jawa Barat ini ternyata banyak juga lokasi untuk mereka yang suka berwisata religi.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa kabupaten kecil yang mengedepankan semangat budaya dalam setiap pembangunannya ini juga menyimpan banyak peninggalan sejarah. Misalnya, sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Salah satu buktinya adalah keberadaan Masjid Agung Purwakarta. Selain masjid agung yang terletak tepat di sekitar Pemkab, ada peninggalan lain. Yakni makam RH Moch Yusuf. Menurut sejarah, RH Moch Yusuf atau yang lebih dikenal dengan Baing Yusuf merupakan salah seorang tokoh agama yang menyebarkan agama Islam pada abad ke-19. Bahkan, keterikatan sang imam dengan masjid begitu kuat hingga tempat peristirahatan terakhirnya tak jauh dari masjid.

Maka tak heran banyak peziarah yang datang hampir setiap hari ke makam Baing Yusuf. Mereka datang dari dalam dan luar kota. Bahkan, puluhan bus beroperasi pada waktu-waktu tertentu. Pengelola Masjid Raya Baing Yusuf Purwakarta, RH Sanusi AS, membenarkan selama ini Masjid Raya dan makam Baing Yusuf kerap menjadi tempat wisata religi bagi masyarakat. Selain warga lokal, banyak juga peziarah dari luar daerah.

“Ada juga peziarah setiap hari. Bahkan ada kelompok dari luar daerah pada waktu-waktu tertentu,” kata Sanusi belum lama ini. Sanusi menuturkan, keturunannya, Baing Yusuf, adalah seorang ulama terkenal yang lahir di Bogor pada abad ke-18. Ia datang ke Purwakarta sekitar tahun 1820. Saat itu pusat pemerintahan berada di Kecamatan Wanayasa. Namun, Baing Yusuf masih merupakan keturunan raja Kerajaan Pajajaran.

Pada 1826, lanjut Sanusi, Baing Yusuf mulai membangun masjid. Masjid tersebut, saat itu masih berada si tengah hutan belantara. Mengingat, saat itu kantor pemerintahan bukan di pusat Purwakarta. Melainkan, jauh ke wilayah selatan, yakni tepatnya di alun-alun Wanayasa.

Kemudian masjid agung yang dibangun oleh Baing Yusuf ini digunakan sebagai tempat penyebaran ajaran Islam di wilayah Purwakarta. Selain itu, pemeluk agama Islam masih sangat sedikit di wilayah ini saat itu. Oleh karena itu, Baing Yusuf mendirikan tempat belajar agama Islam. “Dia sangat cerdas sejak kecil. Saat kecil, Baing Yusuf sudah fasih berbahasa Arab. Di usia 12 tahun dia sudah hapal Alquran. Bahkan dia belajar Islam di Mekkah, Arab Saudi,” kata Sanusi.

Meskipun Baing Yusuf fasih berbahasa Arab, berdasarkan sejarahnya syekh Baing Yusuf menyebarkan Islam dalam bahasa Sunda. Selain itu, masyarakat Purwakarta saat itu tidak mengenal atau mengerti bahasa Latin, Arab, atau Jawa Kuno. Ada juga bukti lain bahwa Syekh Baing Yusuf menyebarkan Islam ke Sunda. Yakni dari bukunya yang disusun Fiqh dan Sufisme. Meskipun teksnya berbahasa Arab, kitab tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda. Pada 1830-an, kata Sanusi, pusat pemerintahan dipindahkan dari Wanayasa ke Purwakarta. Perubahan pusat pemerintahan ini mendorong penyebaran Islam di wilayah tersebut. Selain itu, keberadaan Masjid Agung sangat strategis. Yakni, berada di sebelah kanan Pusat Administrasi (Markas) dan persis di sebelah kiri Rumah Tahanan (Lapas).

“Baing Yusuf disebut-sebut sebagai murid Syekh Campaka Putih atau Pangeran Diponegoro,” ujarnya. Selain itu menurut cerita, Syekh Baing Yusuf juga memiliki banyak murid. Salah satunya, yakni Syekh Nawawi Al Bantani, seorang ulama asal Banten. Jejak sejarah Syekh Baing Yusuf kini semakin populer di kalangan masyarakat. Bahkan, masyarakat dari berbagai daerah kerap menyempatkan diri untuk menunaikan shalat baik wajib maupun sunah di Masjid Baing Yusuf. Tak lupa, banyak juga warga yang mengunjungi makam Syekh Baing Yusuf dan murid-muridnya. Mengingat kompleks makam hanya berjarak 100 meter dari Masjidil Haram. Jika Anda tertarik dengan sejarah Islam di Purwakarta, kunjungi Masjid Raya dan Kompleks Makam Syekh Baing Yusuf. (Firdaus Dharma Putra SPI 6B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin