Info Inspiratif Seputar Jabar

MENARA LOJI SAKSI BISU GELIAT INDUSTRI PERKEBUNAN KARET DI JATINANGOR

0

JATINANGOR-Setelah dua abad lamanya,gedung bernuansa putih itu masih berdiri kokoh hingga saat ini.Di tengah hiruk pikuk kehidupan,Menara Loji menjadi saksi bisu kehidupan di Jatinangor,mulai dari era Hindia Belanda hingga saat ini.

Menara Loji, merupakan salah satu tinggalan sejarah masa Hindia-Belanda yang terletak di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang,atau lebih tepatnya berada di kawasan Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, berdekatan dengan Gedung PUSDIKLAT PMI Pusat.Menara bernuansa putih ini telah berdiri kokoh sejak dua abad silam,yaitu sekitaran tahun 1841-1846 atas inisiatif Baron Baud, seorang tuan tanah berkebangsaan Jerman.

Saking luasnya lahan perkebunan yang dikelola oleh Baron Baud,yaitu mencapai 962 hektare menjadi salah satu alasan dari dibangunnya Menara Loji.Dahulu,Menara Loji merupakan tempat penting untuk pertemuan dan istirahat bagi para pejabat kolonial Belanda.Dibangun dengan gaya arsitektur Gothik ala Eropa pertengahan,menjadikan Menara Loji sebagai salah satu bangunan kuno yang estetik.

Detail arsitektur yang rumit dan ornamen yang indah dari Menara Loji,menjadi bukti bahwa ia telah dibangun jauh sebelum adanya masa kini.Pada awalnya Menara Loji dilengkapi dengan sebuah lonceng,yang difungsikan sebagai penanda bagi para pekerja kebun,di masa lalu lonceng tersebut biasa berdentang sebanyak tiga kali di tiga waktu.

 Pertama,lonceng tersebut akan berdentang pada pukul 05.00 WIB sebagai pertanda bahwa penyadapan akan dimulai.Kemudian pukul 10.00 WIB sebagai pertanda bagi para pekerja kebun untuk mengambil mangkuk tadah getah karet dan terakhir pukul 14.00 WIB sebagai tanda berakhirnya jam kerja.Namun sejak 1980 lonceng tersebut hilang dan hingga saat ini belum diketahui siapa pencuri lonceng tersebut.

Saat ini lahan seluas 962 ha perkebunan itu telah beralih fungsi menjadi kawasan pendidikan,yang tadinya di penuhi dengan perkebunan karet dan teh,saat ini di atasnya telah berdiri empat universitas ternama,yaitu IPDN,UNPAD,IKOPIN dan ITB.Jika menelisik ke masa lalu,Baron Baud mungkin tidak akan menyangka bahwa saat ini, perkebunan yang ia kelola akan dialih fungsikan menjadi kawasan pendidikan.

Hal ini senada dengan apa yang dituturkan oleh Anah Koyimah (78) “ Dulumah da di sana (Jatinangor) belum ada kampus,masih rindang sama pepohonan.Kalau sekolah mah,awalnya SMP Cirangkong tapi udah lama dihancurin,digantilah dengan dibangun IKOPIN.” Kata Anah.

Saya pun bertanya kembali mengenai keberadaan pohon karet disana,”Iya memang sudah jarang,kebanyakan pohon saat itu memang ditebang untuk membuka lahan.” Pungkas Anah.Ia pun lanjut menuturkan “Dulumah kesananya lagi ada kebun teh,ada pohon kopi juga bukan karet aja.”Katanya.

Pada awalnya Menara Loji dikelola oleh pihak UNWIM (Universitas Wiyana Mukti) Namun sejak 2014 pengelolaan Menara Loji dialihkan di bawah pengawasan kampus ITB.Saat itu sebagai pengelola baru,pihak ITB menjadikan kawasan bersejarah tersebut menjadi salah satu ruang terbuka,saat ini masyarakat sekitar mengenal ruang terbuka tersebut dengan sebutan Taman Loji.

Selain Menara Loji, sebenarnya masih ada beberapa tinggalan sejarah yang ada di Jatinangor,salah satunya adalah Jembatan Cincin,letaknya tidak begitu jauh dari Menara Loji.Selain itu tidak jauh dari dari Menara Loji, terdapat salah satu destinasi wisata JANS Park yang bisa dinikmati guna refreshing bersama keluarga.***(Fadila Tsani _SPI VI B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin