Info Inspiratif Seputar Jabar

Mengulik Sejarah Jalan Inhofftank Lewat Seorang Pedagang Jalanan

0

BANDUNG-Di balik sebutan jalan yang berada di sisi selatan Kota Bandung ini ada sejarah yang unik untuk di ulik. Inhofftank merupakan satu-satunya nama jalan di Indonesia yang artinya takkan ditemui dimana pun selain di Kota Bandung. Uniknya, beberapa orang menganggap jalan ini pembawa keberuntungan bagi dirinya. Berawal dari pelafalan yang salah dari yang seharusnya Imhoff seorang teknisi yang pernah membuat suatu pabrik pengelolaan limbah rumah tangga di Bandung tempo dulu, menjadikan Inhofftank fenomena salah eja yang diabadikan dalam papan nama jalan.

Di tengah gemerlapnya pusat kota Bandung yang modern, sebuah jalan mengisi setiap inci aspalnya dengan jejak sejarah yang mengagumkan. Jalan Inhofftank, yang terhampar dengan bangga di tengah pusat aktivitas kota ini, menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang dan berliku yang membentuk Bandung menjadi apa yang kita kenal saat ini.  Seorang pedagang cakue, Enjang (75) telah tinggal di sekitar Jalan Inhofftank sejak ia masih muda. Sembari melayani pembeli yang membeli dagangannya ia mengungkapkan dengan penuh semangat, “Jalan Inhofftank adalah tulang punggung Bandung. Ini adalah jalan yang telah melihat pertumbuhan kota ini dari masa ke masa” ujarnya.

“Jadi pada zaman Belanda itu ada orang Belanda, Tuan Imhoff, hendak mengusahakan pembuatan pupuk dari kotoran manusia, tetapi gagal karena tidak didukung oleh masyarakat sekitar karena kotoran manusia itu najis” ujar Enjang sambil terus memasak cakue. “Sebenarnya Inhofftank juga seperti pelesetan dari nama Tuan Imhoff” tambah Enjang. Jalan Inhofftank sendiri didirikan pada zaman kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Namanya diambil dari seorang insinyur Belanda bernama Imhoff . Dapat dibilang nama jalan ini merupakan pelesetan atau kesalahan tidak disengaja dalam pelafalan Karl Imhoff seorang teknisi tangki limbah rumah tangga di Bandung pada masa itu. 

Fenomena salah eja yang berujung penamaan nama jalan ini memang unik daripada penamaan jalan lain. Enjang sendiri mengaku mengetahui sejarah dibalik nama jalan yang ia tinggali selama hidupnya ini dari sang ayah yang sempat menceritakannya saat Enjang belia. Enjang juga menceritakan tentang transformasi yang ia saksikan sepanjang hidupnya di sekitar Jalan Inhofftank. “Pada saat saya masih muda, jalan ini hanya berupa jalan berbatu dengan sedikit kendaraan yang melintas. Namun, seiring berjalannya waktu, jalan ini diperluas dan diperbaiki untuk menampung pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi transportasi”.

Enjang yang telah berjualan cakue kurang lebih 50 tahun di sekitar jalan Inhofftank mengungkapkan bahwa rezekinya memang terdapat disini. Ajaibnya kebutuhan sehari-hari Enjang cukup terpenuhi untuk menafkahi satu istri dan 3 anaknya. Karena ia pernah mencoba pindah pangkal dari yang awalnya berjualan di Jalan Inhofftank ke Jalan lain yang cukup jauh dari sana tetapi penghasilannya tidak cukup dan sepi pembeli. Oleh karena itu selain tempat tinggal, Enjang menganggap Jalan Inhofftank adalah pintu rezeki baginya.

Enjang juga berbagi kenangannya tentang periode penjajahan Belanda. “Saat itu, Jalan Inhofftank merupakan pusat kegiatan ekonomi. Terdapat banyak toko dan warung di sepanjang jalan ini yang menjual berbagai barang dagangan. Pasar tradisional juga menjadi titik kumpul warga setiap hari. Jalan ini benar-benar hidup dan penuh dengan kegiatan sosial.”

Selama masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Jalan Inhofftank juga memainkan peran penting. Enjang juga sedikit menceritakan tentang demonstrasi dan pertemuan rahasia yang diadakan di sekitar jalan ini. “Para pejuang kemerdekaan seringkali berkumpul di sini untuk menyampaikan pesan kebebasan dan mengorganisir perlawanan terhadap penjajah. Jalan Inhofftank menjadi saksi bisu semangat perubahan yang menggelora pada masa itu.”

Namun, Enjang juga berbagi keprihatinan terkait perkembangan modern yang telah mengubah karakter Jalan Inhofftank. “Sekarang, jalan ini semakin padat dengan kendaraan dan banyak gedung-gedung pencakar langit yang menjulang di sekitarnya. Saya merindukan waktu ketika jalan ini masih lebih sederhana dan memiliki ruang lebih untuk interaksi sosial.”

Meskipun demikian, Enjang tetap menghargai peran Jalan Inhofftank dalam perkembangan Bandung. “Jalan ini adalah bagian penting dari sejarah kota kita. Kita tidak boleh melupakan akar-akar kita. Sejarah jalan ini mengajarkan kita tentang perjuangan, keberanian, dan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik.”

Sejarah Jalan Inhofftank di Bandung mencerminkan perjalanan panjang perkembangan kota ini. Dari awal pembangunannya sebagai jalan kolonial, lalu menjadi jantung kota yang sibuk dan bersejarah, hingga dikenal karena adanya tangki pembuangan limbah rumah tangga. Jalan ini juga memiliki peran penting bagi beberapa pedagang pinngir jalannya karena mendatangkan rezeki bagi para pedagang tersebut. Jalan Inhofftank memberikan gambaran tentang bagaimana kota Bandung telah berkembang seiring waktu. Menjelajahi jalan ini adalah seperti melangkah kembali ke masa lalu dan menyaksikan warisan sejarah yang tak ternilai harganya.***(Farsya Aghnia Kh, SPI, 6B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin