Info Inspiratif Seputar Jabar

MOGOKNYA PENGELOLAAN CANDI BOJONGMENJE

0

BANDUNG-Batu-batu berserakan, pahatan yang usang, dan dinding-dinding yang remuk menjadi saksi bisu dari kejayaan yang pernah ada. Namun, di tengah keindahannya, candi ini juga menjadi sengketa yang mempolarisasi. Dan sengketa lahan karna adanya bangunan-bangunan pabrik disekitar sehingga menjadi penghalang bagi rekontruksi ulang Kawasan candi bojong menje.

Kondisi Situs Candi Bojongmenje di Kampung Bojongmenje RT 01/RW 02, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung semakin memprihatinkan dan telantar. Kondisi candi peninggalan pra Islam di Jawa Barat yang kaya akan nilai sejarah memaksa  sejumlah pihak pun angkat bicara.

Ada salah satu penjaga Situs Candi Bojongmenje, Dadang Nugraha (30) bercerita penemuan situs candi Bojong menje berawal dari warga yang melakukan kerja bakti di wilayah tersebut. Kata dia, secara tidak sengaja menemukan batu-batu tersebut pada 18 Agustus 2002 lalu.

“Ditemukan oleh warga sekitar, dengan melakukan kerja bakti, secara tidak sengaja ditemukan batuan yang tersusun rapih. Selanjutnya dilaporkan ke pihak terkait, kemudian ditindak lanjuti oleh tim ahli, di ekskavasi, dan pada hasilnya ditemukan bahwa ini penemuan situs cagar budaya,” ujar Dadang

Dadang mengatakan posisi batu-batu tersebut awalnya berada di dekat tembok yang berada di sudut benteng area lahan. Sampai saat ini belum ada tidak lanjut dari pemrintah, oleh sebab itu pa dadang sebagai pihak penjaga saat ini hanya melakukan perawatan di lokasi agar terhindar dari debu dan daun-daun yang berjatuhan.

“Bisa dilihat sendiri lah kalau untuk perhatiannya dari kondisi saat ini. Kalau yang datang langsung ke sini ada dari pemerintah pada awal tahun 2021. Cuma untuk sementara belum ada tindak lanjut lagi. Kalau perawatan khusus tidak ada, ya paling pembersihan daun-daun yang mengotori, kemudian sampah,” ujar dadang.

Pengelola menjelaskan bahwa lokasi penggalian pertama candi bojong menje seluas 6×6 meter. Sementara hasil penelitian, luas candi tersebut sangat luas hingga 30 hektar dan bukan typical candi tunggal melainkan candi komplek.

“Kalau dilihat dari denahnya itu seperti miniatur Candi Borobudur, bentuknya itu persegi empat. Cuma indikasinya itu kata tim ahli itu Candi Bojongmenje itu candi komplek, bukan candi tunggal. Jadi masih banyak candi lainnya di sekitar wilayah Bojongmenje yang belum ditemukan. Makanya di wilayah-wilayah sini indikasinya masih ada,” ujar dadang.

Harapanya bakal ada ekskavasi ulang wilayah candi bojong menje ini, karna masih banyak bangunan yang lain di wilayah bojong menje yang bisa disusun Kembali sebagai mana mestinya candi zaman dulu.

(Taufik Rahman Hakim SPI E)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin