Info Inspiratif Seputar Jabar

SEJARAH, PENINGGALAN DAN KEHARMONISAN CINA BENTENG        

0

TANGGERANG-CIBEN, Begitulah sebutan orang orang terhadap Cina Benteng ini yang dimana telah lama mendiami daerah Kota Tangerang ini bahkan sudah menjadi bagian bagi para penduduk sekitar dan hidup rukun beratus tahun hingga sampai sekarang, Bahkan keturunannya banyak yang telah mirip dengan warga sekitar.

Sejarah panjang Cina Benteng ini adalah bukti bagaimana Indonesia ramah dengan warga asing bahkan beratus tahun lamanya yang dimana saat itu pada tahun 1407 adalah bukti dimana saat pertama kali rombongan Tjent Tjie Lung(Halung) mendarat di Teluk Naga,di muara sungai Cisadane,Tujuan mereka adalah Jayakarta tapi dikarenakan kapalnya mengalami kerusakan dan kehabisan perbekalan hal ini diliat jika dari pada Kitab Sunda “Tina Layang Paralayang”(Catatan Paralayang).

“Pada masa itu daerah tersebut dipimpin oleh wakil dari Kerajaan Sanhyang Anggalarang” Ujar Enkong Tjie Eng(78) Tetua Cina Benteng. Dikarenakan melihat ada 9 wanita cantik maka Halung menawarkan kepada pemimpin setempat untuk menikahinya dan meminta kompensasi tanah bidang setempat begitupun sebaliknya laki laki dari rombongan Halung juga menikah penduduk setempat.

“Hasil dari pernikahan tersebut dikenal akhirnya sebagai peranakan Tionghoa atau bakal Cina Benteng” Ujar Enkong Tjien Eng(78).Perkembangan peranakan Tionghoa semakin meluas yang dimana dimulai dari satu desa saja yakni Desa Pangkalan hingga membuka daerah Pasar Lama,Pasar Baru dan Serpong dengan bukti dibuatnya tiga Klenteng di masing daerah tersebut yakni Boen Tak Bio, Boen San Bio dan Boen Hay Bio.

Hal yang unik disini bahwa disetiap Klenteng daerah tersebut pasti dimana ada Pasar disampingnya menurut Enkong Tjien Eng dikarenakan dulu Tionghoa membangun peribadatan disamping Pasar agar setelah orang melakukan aktivitas di pasar dapat juga melakukan aktifitas rohani mereka. Dan daerah tersebut menjadi petak Sembilab dimana Klenteng Boen Tak Bio sebagai pusat perdagangan. Sehingga menjadi Kawasan Pecinan Pasar Lama menjadi destinasi wisata Sejarah Cina Benteng.

Sebutan Cina Benteng tidak lepas dari adanya Benteng Makassar di pinggiran sungai Cisadane dengan sejarah Benteng milik Belanda yang dijaga oleh orang Makassar pada tahun 1683 guna Benteng tersebut yakni pembatas dengan wilayah kesultanan Banten dan disebelah barat Benteng dibuka lahan yang masih hutan belukar dan hal ini dimanfaatkan oleh para Peranakan Tionghoa untuk bercocok tanam dan mendiami disekitaran Benteng dan hal inilah yang melekat kepada Cina Benteng ini.

Cina Benteng itu sendiri memiliki 3 keyakinan yang kuat yakni Konghucu,Budha dan Tao dengan kegiatan keagamaan yang menarik data utama minat.Dan 3 kegiatan ibadah upacara yang dilakukan,menurut Tjien Eng dan dengan adanya Klenteng menjadi bukti 3 agama yang kuat di Cina Benteng.

“Jika kita melihat dari ketiga Klenteng ini didirikan oleh orang yang sama dan menurut Fengshu memiliki makna bersandar pada gunung dan memandang lautan” Ujar Enkong Tjien Eng(78) yang dimana dari tiga Klenteng tersebut dapat ditarik lurus menjadi satu garis dan sesuai Fengshu Cina tersebut.

Dan salah satu bukti keharmonisan di daerah Kawasan Pecinan Lama yakni adanya Masjid tertua di Tangerang yaitu Masjid Kalipasir yang berada dekat dengan Klenteng Boen Tak Bio yang didirikan pada tahun 1576 M. dan Bukti keramahan yaitu ditunjukannya ada salah satu bangunan di Masjid Kalipasir menggunakan ada bangunan Chinese.

Sampai saat ini bukti keadaan Cina Benteng masih bisa diliat dengan adanya Klenteng Boen Tak Bio dan juga adanya Museum Benteng Heritage yang sampai saat ini banyak menyimpan kisah kisah Cina Benteng di masa lampau dan juga keharmonisan Peranakan Tionghoa dan Penduduk sekitar.

(Zidan Sultan Fahrezi SPI 6E)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin