Info Inspiratif Seputar Jabar

Situs Batu Gores dan Batu Menhir Yang Berada di Kampung Kuta

0

SUKABUMI-Situs Kuta merupakan situs yang terdiri dari tumpukan bebatuan peninggalan dari masa prasejarah seperti menhir, dolmen, batu lumpang, batu bergores, serta bebatuan lainnya. Situs ini terletak di Kampung Kuta RT 002 RW 01, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Situs ini berada di perbukitan dengan permukaan yang bergelombang lebih tepatnya di kaki Gunung Salak.

Dikutip dari karya tulis juru pelihara Situs Kuta yang berjudul Mengenal Lebih Dekat Situs Kuta dan Megalit Batu Gores karya Tika Kandita Rahman, situs ini pertama kali ditemukan tahun 1936 oleh H. Sholeh yang merupakan warga sekaligus pemilik tanah Situs Kuta sebelum dibebaskan menjadi milik pemerintah.

Situs-situs di sini merupakan peninggalan Era Pra aksara. Seperti menhir yang merupakan sarana pemujaan arwah nenek moyang. Menhir ini memiliki ketinggian 120 cm. Sebenarnya, terdapat satu menhir besar yang dikelilingi oleh menhir-menhir kecil, tetapi semua menhir kecil tersebut terjatuh yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan manusia.

SUKABUMISelain itu, terdapat pula dolmen yang berfungsi sebagai meja untuk meletakkan sesaji untuk dipersembahkan kepada roh nenek moyang, batu lumpang untuk menumbuk padi, batu yang difungsikan sebagai meja dan kursi untuk berdiskusi, serta batu bergores. Semua batu-batu tersebut berada di satu area yang sama, kecuali batu bergores.

Hal ini dikarenakan batu bergores terjatuh akibat longsor sehingga batu tersebut berada di bawah bebatuan Situs Kuta lainnya. Walau letaknya berbeda, untungnya akses menuju batu bergores sudah dipermudah dengan adanya tangga. Kemungkinan anak tangga tersebut berjumlah puluhan.

Terkait batu bergores, batu ini dinamakan batu bergores karena terdapat goresan-goresan di permukaannya. Goresan-goresan tersebut berbentuk gambar mata tombak dan garis-garis. Selain itu, terdapat pula bulatan-bulatan di batu ini. Belum diketahui apa maksud dari semua goresan dan bulatan tersebut.

Sebenarnya, ada beberapa pendapat terkait hal ini. Dari mulai mengartikannya sebagai arah mata angin, simbol berburu, tanda kesuburan (laki-laki dilambangkan dengan tombak, perempuan dilambangkan dengan bulatan), hingga peta perjalanan Raden Kian Santang dari Bogor hingga Pelabuhan Ratu. Namun, semua pendapat tersebut belum bisa mengartikan maksud dari goresan-goresan dan bulatan-bulatan tersebut secara tepat.

Peninggalan berupa bebatuan yang berada di dalam situs ini membuat rasa keingin tahuan bertambah terutama dari pencinta wisata budaya, selain itu situs ini biasa dikunjungi oleh kalangan mahasiswa ataupun masyarakat lain yang ingin mengetahui serta melihat secara langsung dari peninggalan situs tersebut. Salah satunya Iqbal (26) yang melakukan kunjungan ke situs tersebut. “ini baru pertama kali saya kesini, ingin lihat langsung dan tau lebih jelas aja tentang batu menhir dolmen yang ada si situs ini” ujarnya.

Situs ini terletak di antara dua sungai. Selain itu, konon terdapat pula sumber mata air di area Situs Kuta. Hal ini disebabkan karena orang-orang zaman Pra Aksara ingin membuat pemukiman di dekat sumber mata air agar dapat memudahkan kehidupan mereka, seperti untuk bercocok tanam, untuk keperluan ibadah (bersuci), serta untuk sarana transportasi (melalui sungai).

Adanya pemakaman di Situs Kuta karena dulunya tanah ini tanah milik pribadi dan belum dinyatakan sebagai tempat yg mengandung nilai sejarah.

Moh Alwi Awaludin R_6 C_SPI

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin