Info Inspiratif Seputar Jabar

Situs Batu Kuda di Kaki Gunung Manglayang

0

MANGLAYANG-Situs Batu Kuda yang menjadi daya tarik orang untuk melihat seberapa gagah kuda tersebut, tidak sempurna seperti kuda sembrani situ yang berada di Kaki Gunung Manglayang Kampung Cikoneng memiliki daya tarik tersendiri. Bagi masyarakat setempat situs Batu Kuda yang dijadikan sebagai tempat wanawisata sudah tidak asing lagi ditelinga mereka, suasana tenang dengan pohon pinus menjulang membuat orang banyak berdatangan untuk sekedar menikmati suasana yang masih bersih nan asri ini. Ditambah fasilitas yang cukup lengkap membuat betah berlama-lamaan disana.

Kaki Gunung Manglayang salah satu gunung yang menyuguhkan keindahan alam yang memukau di sekitar Bandung. Namun, tak hanya puncaknya yang menarik, karena di gunung ini terdapat sebuah kampung tersembunyi bernama Cikoneng Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Kampung tersebut dikenal sebagai tempat wisata yang menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Di antara daya tarik yang paling menonjol situs batu kuda salah satunya, sebuah formasi batu yang memikat hati dengan bentuknya yang menyerupai kepala kuda. Kisah menarik di balik batu kuda di Kampung Cikoneng, yang membuat pengunjung tak ingin melewatkan kesempatan untuk mengunjunginya. Tidak hanya visual yang memukau, situs batu Kuda juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Dalam cerita rakyat setempat, batu ini diyakini memiliki makna spiritual dan keramat. Menurut legenda, batu ini merupakan peninggalan dari zaman kerajaan kuno yang telah berusia ratusan tahun.

Situs Batu Kuda salah satu peninggalan Agama Pra-Islam dengan perwujudan seekor kuda yang menjadi tunggangan Prabu Layang Kusuma, dan Permaisurinya Ratu Layang Sari ketika kuda itu terperosok ke dalam lumpur yang begitu dalam hingga separuh badannya yang kelihatan, kemudian kuda tersebut menjelma menjadi batu.

Pada penamaan batu kuda sendiri didasari pada batu-batu yang ada di sana tidak hanya batu kuda yang menyerupai kepala kuda namun disana juga terdapat seperti batu kursi, batu lawang dan batu semar. Cerita masyarakat setempat kuda yang ingin terbang dari wilayah Cirebon ke Wilayah Banten saat terbang kuda tersebut tersungkur jatuh di permukaan dasar lereng gunung ini. Letak batu kuda berada 700 M dari hutan pinus, sedangkan puncak gunung itu berada di ketinggian 1.818 MDPL atau 200 M dari Batu Kuda.

“Sejarah berdirinya wisata Batu Kuda didirikan sekitar tahun 1990 sampai saat ini dikelola oleh perum perhutanan dan bermitra dengan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Pada awal didirikannya wanawisata Batu Kuda ini biasa saja, pengunjung sedikit, belum terkenal, akses jalan sulit, SDM sedikit. Namun, semenjak jalan utama di aspal sekitar tahun 2017 ada pelonjakan peningkatan pengunjung dimana disini menjadi salah satu wisana favorite hutan yang berada di Bandung Timur ” Ujar Aan Basyuni (45 tahun) saat di temui di Pos pusat Informasi Batu Kuda pada 04, Juni 2023

Perkembangan dari wanawisata batu kuda sendiri selain tuntutan para pengelola yang membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kehidupan, beberapa pengelola tempat ini memutar otak agar tempat ini lebih dikenal. Salah satunya pada perbaikan jalan utama yang dilakukan pada tahun 2017 mulai saat itu tempat ini lebih dikenal dan mengalami perkembangan dengan bertembahnya fasilitas yang makin memadai, akses jalan menjadi lebih mudah, pengunjung yang makin bertambah, sumber daya manusia mulai bertambah mulai dari penjaga tiket, toilet, tempat parkir bahkan banyak pedagang yang berjualan disana yang mana berguna bagi para pengunjung jika tidak membawa bekal makanan.

“Pada hari besar pengunjung wanawisata Batu Kuda membeludak seperti pada hari libur, tanggal merah seperti kemarin Hari Pancasila pada Kamis 1 Juni 2023 sampai hari Minggu. Mulai dari kalangan anak muda yang melakukan camp, mendaki dengan sepeda, jalan kaki bahkan kalangan lansia banyak yang datang sekedar untuk menikmati kebersamaannya dengan keluarga seperti botram, makan-makan, bersantai menaiki hammock sambil foto-foto dengan keluarga, ada juga yang melakukan karoke di Batu Kuda” Halim (35 tahun) saat ditemui di Tempat Parkir Batu Kuda pada 04, Juni 2023. “Hari Minggu kira-kira pengendara motor yang parkir sekitar 300 motor yang berjejer”lanjutnya

Wanawisata Batu kuda selain sekarang lebih dikenal sebagai tempat wisata, piknik, rekreasi tempat ini juga menjadi salah satu tempat yang dilindungi pemerintah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Situs Batu Kuda yang menjadi benda cagar budaya yang dilindungi dengan demikian walaupun banyaknya para pengunjung yang berdatangan pengunjung wajib memetuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Daya Tarik dari Wanawisata Batu kuda selain untuk menikmati panorama alam dengan pemandangan hutan pinus ditambah suasana tenang dan damai yang disuguhkan, yang mana sulit didapat di Perkotaan” Aam Basyuni (45 Tahun)

Ketertarikan para pengunjung yang datang tidak lain memang untuk menikmati suasana alam yang bersih di tambah dengan adanya situs batu kuda yang mana membuat rasa penasaran akan para pengunjung untuk melihat seperti apa sosok kuda tersebut. Tidak akan rugi jika datang ke Wanawisata Batu Kuda yang berada di Kaki Gunung Manglayang Kampung Cikoneng ini hanya perlu merogoh kocek 10.000 di hari biasa dan Weekand 12.000-15.000 saja. (Dina Oktaviani, SPI 6 B)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin