Info Inspiratif Seputar Jabar

Tua Renta yang Setia Menjaga Makam Pahlawan

0

MAJALAYA-Setiap pagi mulai merekah, pria lansia bersenjatakan sapu lidi, sibuk mengusir dedaunan yang jatuh di area pemakaman. Dengan tubuh yang renta, penjaga makam Pahlawan di daerah Majalaya itu tersenyum layu. Menjaga makam pahlawan itu sudah menjadi tugas turunan dari keluarganya, walau memang tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup di era sekarang.

Bah Adeng (73), sang penjaga makam Pahlawan Majalaya, sedang menyapu area pemakaman yang dipenuhi daun kering. Kegiatannya ini rutin dilakukan setiap pagi dari pukul 07.00 hingga pukul 09.00.  Pria tua itu tinggal bersama anak sulungnya dan tiga cucunya. Pendapatannya dari menjaga makam berkisar Rp 500.000 per tahun ada tambahan jika ada keluarga yang melayat.

“Selain amanat dari orang tua, menjaga makam merupakan tugas mulia dan terhormat karena salah satu cara mempertahankan warisan berharga dari leluhur apalagi ini pahlawan yang memiliki peran penting dalam pencapaian kemerdekaan!” ujar Bah adeng. Bah Adeng berkomitmen untuk mempertahankan warisan berharga yang ditinggalkan.

Bertempat di salah satu pemakaman pahlawan yang terletak di daerah pedesaan. Usianya yang telah mencapai hampir 80 tahun tidak menyurutkan semangatnya dalam melindungi dan merawat makam para pahlawan yang telah berjuang demi kebebasan dan kemerdekaan bangsa. Bah Adeng telah menjadi penjaga makam ini selama lebih dari tiga dekade.

Setiap hari, Bah Adeng bangun pagi-pagi buta untuk memastikan kebersihan dan keindahan makam para pahlawan. Dengan hati penuh tanggung jawab, dia membersihkan batu nisan, menata bunga segar, dan menyapu daun-daun yang jatuh di sekitar makam. Ia juga rajin mengganti bendera Merah Putih yang berkibar di tiang bendera yang berdiri di tengah pemakaman tersebut.

Namun, perannya sebagai penjaga makam tidak hanya sebatas tugas rutin kebersihan fisik semata. Bah Adeng juga berfungsi sebagai seorang cerita hidup, menceritakan kisah-kisah heroik para pahlawan kepada pengunjung yang datang ke pemakaman. Dengan penuh semangat, ia berbagi nilai-nilai keberanian, pengorbanan, dan patriotisme kepada generasi muda yang mungkin belum memahami sepenuhnya arti dari perjuangan yang telah dilakukan oleh para pahlawan.

Ketika ditanya mengapa dia melakukan ini, Bah Adeng dengan tulus menjawab, “Saya melakukannya karena rasa hormat saya terhadap para pahlawan yang telah berkorban untuk negara kita. Mereka adalah sosok yang patut kita kenang dan kita teladani. Jika kita melupakan mereka, maka kita akan kehilangan identitas dan nilai-nilai yang mereka perjuangkan.”

Kehadiran Bah Adeng sebagai penjaga tua makam pahlawan telah memberikan dampak yang luar biasa pada masyarakat sekitar. Generasi muda yang tadinya kurang tertarik dengan sejarah dan nilai-nilai kepahlawanan mulai menyadari pentingnya melestarikan dan mempelajari masa lalu. Banyak di antara mereka yang datang ke pemakaman ini untuk mengikuti ceramah dan tur yang diberikan oleh Bah Adeng.

Bah Adeng telah menjadi figur inspiratif bagi banyak orang, baik masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Keberadaannya sebagai penjaga makam pahlawan telah mengingatkan kita semua akan pentingnya menghargai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemakmuran bangsa.

Tentu saja, peran Bah Adeng tidak hanya berhenti di sini. Ia juga berharap agar pemuda-pemudi setempat meneruskan warisan kepahlawanan tersebut dengan cara mereka sendiri. Ia berpesan agar mereka tidak hanya menghormati para pahlawan dengan mengunjungi pemakaman, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai kejuangan, dan berkontribusi dalam membangun bangsa.

Dalam era teknologi dan modernisasi seperti sekarang ini, kadang-kadang kita cenderung melupakan sejarah dan perjuangan para pendahulu kita. Namun, hadirnya Bah Adeng sebagai penjaga tua makam pahlawan mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga dan memperkuat akar sejarah kita. Melalui dedikasi dan semangatnya, Bah Adeng telah menginspirasi banyak orang untuk tidak melupakan sejarah dan nilai-nilai kepahlawanan yang menjadi pondasi bangsa ini.

Tentunya, keberadaan penjaga tua makam pahlawan seperti Bah Adeng perlu diapresiasi dan didukung oleh kita semua. Melalui penghargaan, perhatian, dan partisipasi aktif, kita dapat memastikan bahwa warisan pahlawan tidak akan hilang ditelan waktu. Semoga kisah inspiratif Bah Adeng dapat menginspirasi kita semua untuk menjadi penjaga sejarah dan mewujudkan cita-cita para pahlawan di masa kini.***(Salum Humaedi Dava SPI VI-E)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Solverwp- WordPress Theme and Plugin